Halaman

Tampilkan postingan dengan label cerita dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita dewasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

Cerita Dewasa : Cobain Memek Kakak Kandung Ku Sangat Nikmat Hingga Ketagihan!!

ngentot di kamar, foto memek lagi di entot, kumpulan memek ngentot
Cerita Dewasa | Cerita Dewasa : Cobain Memek Kakak Kandung Ku Sangat Nikmat Hingga Ketagihan!! | Nike, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai. Di kampus, Nike berpacaran dengan seniornya, Randy, 25 tahun. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Cantik dan ganteng. Usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, juga karena gaya hidup mereka yang bisa dibilang bebas, mereka sudah sering melakukan hubungan badan.

"Nike, aku pengen nih?" kata Randy berbisik kepada telinga Nike suatu saat di kantin kampus.

"Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam," ujar Nike sambil mencubit tangan Randy.

"Tapi sekarang aku horny, nih..." ujar Randy sambil mengusap selangkangannya.

"Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?" tanya Nike sambil menatap Randy.

"Kita ke aula, yuk!" ajak Randy sambil tersenyum.

"Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya..." pinta Randy.

Nike tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk. Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Randy menarik tangan Nike agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Nike, Randy membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.

"Ayo dong, sayang.. cepat isep," pinta Randy tak sabar.

Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Nike tersenyum lalu berjongkok.

"Tidak sabaran amat sih," ujar Nike sambil mengelus celana dalam Randy yang menggembung.

Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Randy sampai lutut. Kontol Randy yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Nike menjilat lubang kontol Randy.

"Uhh..." Randy mendesah sambil menatap wajah Nike.

Tak lama mulut Nike sudah penuh mengulum kontol Randy yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Nike membuat Randy terpejam dan memompa pelan kontolnya di mulut Nike.

"Ohh.. Terus sayangg.. Ohh..." desah Randy.

Selang beberapa menit, tubuh Randy mengejang. Didesakannya kepala Nike ke selangkangannya. Kontolnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Nike. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani Randy keluar di dalam mulut Nike. Nike dengan mendongak menatap Randy sambil menelan semua air mani Randy di mulutnya. Sambil tersenyum Nike bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Randy. Randypun dengan hangat membalasnya..

"Sudah puas?" tanya Nike sambil merapikan pakaian Randy.

Randy tersenyum lalu mengecup bibir Nike. Merekapun keluar aula..

Suatu hari selesai jam kuliah, Randy mengantar Nike pulang. Setiba di rumah, adik kandung Nike, Anton, sedang menonton televisi.

"Kamu tidak sekolah, Ton?" tanya Nike sambil duduk di depan adiknya itu.

"Males ah.. Aku bolos hari ini?" kata Anton santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.

"Gila kamu!" hardik Nike.

Anton tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.

"Nik, aku pulang dulu ya?" kata Randy.

"Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji," kata Randy sambil bangkit lalu menghampiri Nike.

"Iya deh.. Jangan nakal ya?" kata Nike.

"Iya..." kata Randy sambil mengecup pipi Nike.

"Aku pulang dulu ya, Ton..." kata Randy.

"O, iya..." kata Anton sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi. Randypun segera pulang.

"Mama kemana sih," tanya Nike.

"Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu," kata Anton.

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Nike menoleh ke Anton ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Anton menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. Nike sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan Anton agak lama menggaruk selangkangannya, mata Nike melihat sebagian celana dalam Anton menyembul. Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Nike. Entah perasaan apa yang datang dalam hati Nike, yang jelas mata Nike terus tertuju ke arah selangkangan Anton walau Anton sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.

"Kenapa sih kamu melototin celana aku?" tanya Anton mengagetkan Nike.

"Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok," kata Nike sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.

"Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?" kata Anton sambil tertawa.

"Yee..!!" teriak Nike lalu tertawa sambil melempar Anton dengan bantal. Anton juga tertawa.

"Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Randy?" tanya Anton sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.

"Kamu nanya apaan sih? Tau ah!" kata Nike sambil melotot.

"Aku kan cuma nanya..." kata Anton tenang.

Nike bangkit lalu menghampiri Anton. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Anton.

"Nakal kamu ya!" kata Nike sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.

Antonpun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Nike ikut terjatuh menimpa badan Anton di kursi. Sesaat Tubuh Nike berada di atas tubuh Anton. Entah kenapa perasaan Nike yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Anton. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.

Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Nike mengecup dan melumat bibir Anton. Antonpun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Anton dengan lembut mengusap punggung Nike lalu turun dan mulai meremas pantat Nike. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.

"Pindah yuk?" bisik Nike.

"Kamar siapa?" tanya Anton.

"Kamar kamu," bisik Nike lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Anton. Anton, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Nike. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar. Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan. Anton yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Nike. Kemudian Anton melepas pakaiannya sendiri.

"Ohh, Ton..." desah Nike ketika lidah Anton menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. Anton terus memainkan buah dada Nike dengan lidah dan tangannya sementara kontolnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke memek Nike.

"Uhh.. Sshh..." desah Nike sambil terpejam ketika lidah Anton turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.

"Ooww.. Mmhh..." desah Nike makin keras ketika belahan memeknya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Anton menjilatinya. Tubuh Nike agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Anton menjilati kelentitnya.

"Ohh.. Cepat masukkan, Ton.. Cepatlahh..." desah Nike.

Anton menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan memek Nike, Anton segera mengangkangi tubuh Nike. Diarahkan kontolnya ke lubang memek Nike. Tangan Nike segera memegang dan membimbing kontol Anton agar bisa masuk ke memeknya. Setelah Anton menekankan kontolnya, bless.. cleb.. cleb.. Kontol Anton sudah mulai keluar masuk memek Nike. Mata Anton terpejam sambil terus menyetubuhi Nike.

"Mmhh..." desah Anton di sela-sela genjotannya.

"Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh..." desah Nike sambil memeluk tubuh adiknya itu. Anton terus memompa.

"Mmhh.. Aku capek..." bisik Anton.

"Gantian..." bisiknya lagi.

Nike mengangguk sambil tersenyum. Anton mencabut kontolnya lalu merebahkan badannya. Nike langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Anton dan mengarahkan lubang memeknya ke kepala kontol Anton. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Anton, pinggul Nike bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan memeknya keras ke kontol Anton. Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Anton yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan Nike makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Anton. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Nike.

"Ohh.. Uuhh..." desah Nike sambil mendesakkan memeknya ke kontol Anton lebih dalam. Kemudian tubuh Nike lemas.

"Sudah?" tanya Anton.

Nike mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Anton. Anton segera menaiki lagi tubuh Nike. Kembali kontolnya keluar masuk memek Nike lebih hebat karena Anton ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Anton semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Anton mencabut kontolnya dari memek Nike. Kemudian disodorkan kontolnya ke mulut Nike. Setelah sedikit mengelap kontol Anton yang basah, Nike segera menghisap kontol Anton sambil mengcocoknya. Tak lama kemudian Nike merasakan kontol Anton berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari kontol Anton. Anton mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Nike. Nike dengan tenang menelan semua air mani Anton, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala kontol Anton sampai bersih. Anton merebahkan tubuhnya di samping tubuh Nike.

"Kamu hebat," puji Nike.

Anton tersenyum sambil mengecup pipi Nike. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian.

*****

Sesuai dengan cerita dari Nike, persetubuhan dengan Anton berlangsung sampai sekarang walau Nike sudah menikah dengan Randy dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut Nike juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan Randy, dia dan Anton sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. Anton juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak.

Sabtu, 15 Juni 2013

Cerita Seks | Ngesek Sekeluarga Mantap

ngesek bareng, cerita dewasa, video bokep seks
Hallo netter, namaku Boby, aku akan menceritakan pengalaman seks-ku yang luar biasa yang pernah kurasakan dan kualami. Sekarang aku kuliah di salah satu PTS terkenal di Bandung,dan tinggal di rumah di kawasan sejuk dan elite di kawasan Bandung utara dengan ibu, adik dan pembatuku.

Sejak SMA aku dan adikku tinggal bersama nenekku di Bandung,sementara ibu dan ayahku tinggal di Surabaya karena memang ayah mempunyai perusahaan besar di wilayah Jawa Timur. Dan sejak nenekmeninggal ibu kemudian tinggal lagi bersama kami, sedangkan ayah hanya pulang sebulan atau dua bulan sekali seperti biasanya sebelum nenekku meninggal. Sebenarnya kami diajak ibu dan ayahku untuk tinggal diSurabaya, namun adik dan aku tidak mau meninggalkan Bandung karena kami sangat suka tinggal di tempat kami lahir.

Saat itu aku baru lulus SMA dan sedang menunggu pengumuman hasil UMPTN di Bandung, dan karena sehari-hari tidak ada kerjaan, ibu yangsaat itu sudah tinggal bersama kami, memintaku untuk selalu menjemputnya dari tempat aerobik dan senam setiap malam. Ibuku memangpandai sekali merawat tubuhnya dengan senam/aerobik dan renang,sehingga walaupun usianya hampir 39 tahun, ibuku masih terlihat sepertiwanita 27 tahunan dengan tubuh yang indah dengan kulit putih mulus dandada yang masih terlihat padat dan berisi. Walaupun di wajahnya sudah terlihat sedikit kerutan, tetapi akan hilang bila ibu berdandan, hingga kemudian terlihat seperti wanita 27 tahunan.

Aku mulai memperhatikan ibuku, karena setiap kujemput dari tempat senamnya, ibuku tidak mengganti pakaian senamnya dulu setelah selesaidan langsung pulang bersamaku, dan baru mandi dan berganti pakaiansetelah kami sampai di rumah. Karena setiap hari melihat ibuku dengandandanan seksinya, otakku mulai membayangkan hal-hal aneh tentang tubuhibuku. Bagaimana tidak, aku melihat ibuku yang selalu memakai pakaian senam ketat dengan payudara yang indah menonjol dan pantat yang masih padat berisi.

Suatu hari, saat aku telat menjemput ibuku di tempat senamnya, akutidak menemukan ibuku di tempat biasanya dia senam, dan setelah akutanyakan kepada teman ibuku, dia bilang ibuku sedang di sauna, dan bilang agar aku menunggu di tempat sauna yang tidak jauh dari ruangan senam. Aku pun beegegas menuju ruangan sauna, karena aku tidak mau ibuku menunggu terlalu lama. Saat sampai di sana, wow.. aku melihat ibuku baru keluar dari ruangan hanya dengan memakai handuk yang hanya menutupi sedikit tubuhnya dengan melilitkan handuk yang menutupi dada perut dan sedikit pahanya, sehingga paha ibu yang mulus dan seksi ituterlihat dengan jelas olehku. Aku hanya terdiam dan menelan ludah saatibuku menghampiriku dan bilang agar aku menunggu sebentar.

Kemudian ibuku membalikkan tubuhnya, dan kemudian terlihatlah goyangan pinggul ibuku saat dia berjalan menuju ruangan ganti pakaian.Tanpa sadar kemaluanku mengeras saat kejadian tadi berlangsung. Aku berani bertaruh pasti semua laki-laki akan terpesona dan terangsang saat melihat ibuku dengan hanya memakai handuk yang dililitkan ditubuhnya.

Di dalam perjalanan, aku hanya diam dan sesekali melirik ibuku yang duduk di sampingku, dan aku melihat dengan jelas goyangan payudaraibuku saat mobil bergetar bila sedang melalui jalan yang bergelombang atau polisi tidur. Ibuku berpakaian biasa dengan kaos oblong yang agakketat dan celana panjang ketat, dan setiap aku melirik ke paha ibu,terbayang lagi saat aku melihat paha ibuku yang putih mulus tadi ditempat sauna.

"Bob.. kok kamu diem aja, dan kenapa celana kamu sayang..?" tanya ibuku mengagetkan aku yang agak melamun membayangkan tubuh ibuku.
"Enggak Mi.. enggak," jawabku gugup.
Kami pun sampai di rumah agak malam, karena aku telat menjemput ibuku. Sesampainya di rumah, ibu langsung masuk ke kamarnya dan sebelum dia masuk ke kamarnya, ibu mencium pipiku dan bilang selamat malam.Kemudian dia masuk ke kamarnya dan tidur.

Malam itu aku tidak dapat tidur membayangkan tubuh ibuku, gila pikirku dalam hati, dia ibuku, tapi.. akh.. masa bodoh pikirku lagi. Aku mencoba onani untuk "menidurkan burung"-ku yang berontak minta masuk ke sarangnya. Gila pikirku lagi. Mau mencari cewek malam sih bisasaja, tapi saat itu aku menginginkan ibuku.

Perlahan-lahan aku keluar kamar dan berjalan menuju kamar ibuku dilantai bawah. Adik perempuanku dan pembantuku sudah tidur, karena saat itu jam satu malam. Otakku sudah mengatakan aku harus merasakan tubuh ibuku, nafsuku sudah puncak saat aku berdiri di depan pintu kamar ibuku. Kuputar kenop pintunya, aku melihat ibuku tidur telentang sangat menantang. Ibuku tidur hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendekyang longgar. Aku berjalan mendekati ibuku yang tidur nyenyak, aku diam sesaat di sebelah ranjangnya dan memperhatikan ibuku yang tidur dengan posisi menantang. Kemaluanku sudah sangat keras dan meronta ingin keluar dari celana pendek yang kupakai.

Dengan gemetar aku naik ke ranjang ibu, dan mencoba membelai paha ibuku yang putih mulus dan sangat seksi. Dengan tangan bergetar aku membelai dan menelusuri paha ibuku, dan terus naik ke atas. Kemaluanku sudah sangat keras dan terasa sakit karena batang kemaluanku terjepit oleh celanaku. Aku kemudian membuka celanaku dan keluarlah "burungperkasa"-ku yang sudah sangat keras. Aku kemudian mencoba mencium leher dan bibir ibuku. Aku mencoba meremas payudara ibuku yang besar dan montok, aku remas payudara ibu dengan perlahan. Takut kalau ia bangun, tapi karena nafsuku sudah puncak aku tidak mengontrol remasan tanganku ke payudara ibuku.

Aku kemudian mengocok batang kemaluanku sambil meremas payudara ibu, dan karena remasanku yang terlalu bernafsu, ibu terbangun.
"Bobi.. kamu.. apa yang kamu lakukan, aku ibumu sayang.." sahut ibuku dengan suara pelan.
Aku kaget setengah mati, tapi anehnya batang kemaluanku masih keras dan tidak lemas. Aku takut dan malah makin nekat, terlanjur pikirku.Aku langsung mencium leher ibuku dengan bernafsu sambil terus meremas payudara ibuku. Dalam pikiranku hanya ada dua kemungkinan, menyetubuhi ibuku, kemudian aku kabur atau dia membunuhku.

"Cukup Bobi.. hentikan sayang.. akh.." kata ibuku.
Tapi yang membuatku aneh, ibu sama sekali tidak menolak dan berontak. Malah ibu membiarkan bibirnya kucium dengan bebas, dan malah mendesah saat kuhisap leher dan di belakang telinganya, dan aku merasa burungku yang dari tadi sudah keras seperti ada yang menekannya, dan ternyata itu adalah paha ibuku yang mulus.

"Sayang kalau kamu mau.. bilang aja terus terang.. Mami mau kok.." kata ibuku di antara desahannya.
Aku kaget setengah mati, berarti ibuku sangat suka aku perlakukanseperti ini. Aku kemudian melepaskan ciumanku di lehernya, dan kemudianberlutut di sebelah ibuku yang masih berbaring. Batang kemaluanku sudahsangat keras, dan ternyata ibu sangat suka dengan ukuran batangkemaluanku, ibu tersenyum bangga melihat batang kemaluanku yang sudahmaksimal kerasnya. Ukuran batang kemaluanku 15 cm dengan diameterkira-kira 4 cm.

Aku masih dengan gemas meremas payudara ibu yang montok dan masihterasa padat. Aku membuka kaos yang ibu pakai, dan kemudian sambilmeremas payudara ibu aku berusaha membuka bra yang ibu pakai. Dansatelah bra yang ibuku kenakan terlepas, kulihat payudara ibu yangbesar dan masih kencang untuk wanita seumurnya. Dengan ganas kuremaspayudara ibu, sedangkan ibu hanya mendesah keenakan dan menjerit kecilsaat kugigit kecil puting payudara ibu. Kuhisap puting payudara ibudengan kuat seperti ketika aku masih bayi. Aku menghisap payudara ibusambil kuremas-remas hingga puting payudara ibu agak memerah karenakuhisap.

Payudara ibuku masih sangat enak untuk diremas, karena ukurannya yang besar dan masih kencang dan padat.
"Bob kamu dulu juga ngisep susu ibu juga kaya gini.." kata ibukusambil dia merem-melek karena keenakan puting susunya kuhisap danmemainkannya dengan lidahku.
Ibu menaikkan pinggulnya saat kutarik celana pendeknya. Akumelihat CD yang ibu kenakan sudah basah. Aku kemudian mencium CD ibukutepat di atas kemaluan ibu dan meremasnya. Dengan cepat kutarik CD ibudan melemparkannya ke sisi ranjang, dan terlihatlah olehku pemandanganyang sangat indah.

Lubang kemaluan ibuku ditumbuhi bulu halus yang tidak terlalulebat, hingga garis lubang kemaluan ibuku terlihat. Kubuka paha ibukulebar, aku tidak kuasa melihat pemandangan indah itu. Dan dengan nalurilaki-laki kucium dan kuhisap lubang dimana aku lahir 18 tahun lalu.Kujilat klitoris ibuku yang membuat ibuku bergetar dan mendesah dengankuat. Lidahku bermain di lubang senggama ibuku, dan ibuku malah menekankepalaku dengan tangannya agar aku makin tenggelam di dalamselangkangannya.

Cairan lubang kemaluan ibu kuhisap dan kujilat yang membuat ibukumakin tak tahan dengan perlakuanku, dia mengelinjang hebat, bergetardan kemudian mengejang sambil menengadah dan berteriak. Aku merasakanada cairan kental yang keluar dari dalam lubang kemaluan ibu, dan akutahu ibu baru orgasme. Kuhisap semua cairan lubang kemaluan ibukuhingga kering. Ibu terlihat sangat lelah.

Aku kemudian bangun dan dengan suara pelan karena kelelahan ibu bilang, "Sayang sini Mami isep kontolmu,"
Dan tanpa di komando dua kali, aku kemudian duduk di sebalah wajahibuku, dan kemudian dengan perlahan mulut ibuku mendekat ke burungkuyang sudah sangat keras. Ibuku membelai batang kemaluanku, tapi diatidak memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya. Padahal jarak antaramulut ibuku dengan batang kemaluanku hanya tinggal beberapa centi saja.

Aku sudah tidak tahan lagi, dan kemudian kudorong kepala ibuku dandengan leluasa batang kemaluanku masuk ke mulut ibu. Dengan cepat danliar ibuku mengocok batang kemaluanku di dalam mulutnya. Aku sudahtidak tahan lagi, kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidakdapat kulukiskan dengan kata-kata. Dan akhirnya aku sudah tidak tahanlagi dan, "Cret.. cret.. crett.." maniku kusemprotkan di dalam mulutibuku.

Ibu kemudian memuntahkannya dan hanya yang sedikiti dia telan, danmasih dengan liar ibuku membersihkan batang kemaluanku dari sisa-sisaair maniku yang menetes di batang kejantananku. Ibuku tersenyum dankemudian kembali berbaring sambil membuka pahanya lebar-lebar. Ibukutersenyum saat melihat batang kemaluanku yang masih dengan gagahnyaberdiri, dan seperti sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam sarangnyayang hangat.

Aku kemudian mengambil posisi di antara kedua paha ibuku, batangkemaluanku terasa berdenyut saat ibu dengan lembut membelai dan meremasbatang kemaluanku yang sudah sangat keras. Dengan tangan yang bergetar,kuusap permukaan lubang kemaluan ibuku yang dipenuhi bulu-bulu halusdan sisa cairan lubang kemaluan yang kuhisap tadi masih membasahi bibirlubang kemaluan ibuku yang terlihat sangat hangat dan menantang.

"Ayo dong Sayang, kamu kan tahu dimana tempatnya.." kata ibuku pasrah.

Kemudian tangannya menuntun batang kemaluanku untuk masuk ke dalamlubang kemaluannya. Tanganku bergetar dan batang kemaluanku terasamakin berdenyut saat kepala batang kemaluanku menyentuh bibir lubangkemaluan ibu yang sudah basah. Dengan perasaan yang campur aduk,kudorong pinggulku ke depan dan masuklah batang kemaluanku ke dalamlubang kemaluan ibu yang sudah agak membuka, dan tenggelam sudah batangkemaluanku ke dalam liang senggama milik ibuku.

Aku merasakan sensasi yang sangat dasyat saat dinding lubangkemaluan ibu seperti memijat batang kemaluanku. Gila.., meski akupernah ML dengan anak ABG, lubang kemaluan ibuku terasa sangat nikmatdan luar biasa di banding dengan yang lainnya. Aku menggoyang pinggulkunaik-turun diimbangi dengan goyangan pinggul ibuku yang sangat dasyatdan liar. Kami kemudian berganti posisi dengan ibu berada di ataskuhingga ia dapat menduduki batang kemaluanku, dan terasa sekalikenikmatan yang ibu berikan kepadaku. Goyangan yang cepat dan liar dangerakan tubuh yang naik turun membuat tubuhku hanyut ke dalamkenikmatan seks yang kurasakan sangat dasyat.

Tibalah saat ibuku orgasme, goyangannya makin cepat dan desahannyasemakin tidak karuan, aku dengan nikmat merasakannya sambil kuhisap danmeremas pauyudara ibu yang bergoyang seirama dengan naik-turunnya tubuhibuku menghabisi aku. Ibu mengerang dan mengejang saat kurasakan adacairan hangat yang membasahi batang kejantananku yang masih tertanam didalam lubang kemaluan ibuku.

Beberapa saat setelah ibu terkulai lemas aku merasakan bahwa aku akan mencapai puncak.
Dan dengan goyangan dan tusukan yang menghujam lubang kemaluanibuku, "Cret.. crett.. cret.." air maniku menghambur di dalam lubangkemaluan ibuku.
Aku merasakan nikmat yang tidak dapat kukatakan.

Saat aku masih menikmati sisa-sisa kemikmatan itu, ibu menciumbibirku dan berkata, "Sayang.. Mami lupa kalo Mami enggak pakekontrasepsi. Tadi Mami mau bilang kalo kamu orgasme biar di mulut Mamiaja.. tapi Mami kagok.."
Aku hanya terdiam dan malah mencium bibir ibuku yang masihmenindih tubuhku dengan mesra. Kemudian ibuku berbaring di sampingku,aku memeluk dia dan kami berciuman dengan mesra seperti sepasangkekasih. Kami pun tertidur karena pertempuran yang sangat melelahkanitu.

Pagi harinya saat aku bangun ibuku sudah tidak ada di sebelahku,dan kemudian aku berpakaian dan menuju dapur mencari ibuku, dan kulihatibuku tengah menyiapkan sarapan bersama adikku yang masih SMP. Akubingung dan segan karena ibuku seakan-akan malam tadi tidak terjadiapa-apa di antara kami, padahal aku telah menyetubuhi ibu kandungkusendiri tadi malam. Seperti biasanya, aku menjemput ibuku dari tempatdia senam, dan saat perjalanan pulang kami mengobrol tentangpersetubuhan kami tadi malam, dan kami berjanji hanya kami yangmengetahui kajadian itu.

Tiba-tiba saat mobil kami sedang berada di jalan yang sepi dan agakgelap, ibuku menyuruhku menghentikan mobil, aku menurut saja. Setelahmobil di pinggirkan, dengan ganas ibuku mengulumku. Kemudian membukacelanaku dan menghisap batang kemaluanku yang sudah keras saat ibukumengulum bibirku tadi. Aku hanya terengah-engah merasakan batangkemaluanku dihisap oleh ibuku sambil mengocoknya, dan beberapa saatkemudian.. "Cret.. cret.. crett.." maniku menyembur di dalam mulutibuku, dan dia menelan habis maniku walaupun ada sedikit yang melelerkeluar.
Ibuku kemudian membersihkan sisa maniku yang menetes di tangannya danbatang kemaluannku. Tak kusangka ibuku kembali menelan calon-caloncucunya ke dalam perutnya. Tapi aku sih asyik-asyik saja ibuku maumenghisap batang kemaluanku saat kami masih di dalam mobil. Kamiberciuman dan melanjutkan perjalanan pulang dan kemudian tidurseranjang dan "bermain" lagi.

Kami berdua terus melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain.Sejak persetubuhan kami yang pertama, sebulan kemudian ibuku merasa diahamil, dan ibu bilang bahwa sebelum bersetubuh denganku, ibu sudahlebih dari 3 bulan tidak bersetubuh dengan ayahku, karena memang ayahkuterlalu sibuk dengan perusahaan, dan hotel-hotelnya. Ibuku bilang ibuhamil olehku karena selain dengan ayahku dan aku, ibu belum pernahperhubungan seks dengan lelaki lain.

Ibu menggugurkan kandungannya karena dia tidak mau punya bayi dariaku, aku pun tidak mau mempunyai bayi dari rahim ibuku. Tapi kami masihterus melakukannya lagi dan selalu tidur bersama bila adik danpembantuku sudah tidur.

Persetubuhan dan hubungan kami berjalan lancar selama dua tahuntanpa ada yang curiga atau mengetahuinya. Sampai suatu hari, bulanOktober 2000 ibuku telah berumur 41 tahun, tapi tubuh dan wajahnyamasih tetap fit, dan seksi, walaupun ada sedikit keriput dan lipatankecil di wajahnya, namun semua itu malah menjadikan ibuku makin sensualdan dewasa. Sedangkan aku berumur 20 tahun.

Suatu hari aku dan ibuku mulai merasakan getara-getaran dankeinginan untuk bercinta lagi. Malam itu pembantu kami pulang kekampungnya dan adik perempuanku belum pulang. Aku yang merasa bebasmulai merayu dan menggoda ibuku, dan ibu pun menanggapi rayuanku dengansensualitas yang ibu punya. Kami kemudian telah berpelukan mesra danberciuman dengan hotnya, sambil berciuman kami membuka pakaian kami dantanpa sadar kami telah telanjang. Setelah melakukan oral seks yangibuku sangat senangi, aku mulai menusuk lubang kemaluan ibuku denganbatang kejantananku yang menurut ibu makin nikmat.

Aku terus menggoyang pingulku naik turun dan ibu mengimbanginyadengan goyangan pinggulnya, setelah beberapa saat ibuku mencapaiorgasmenya yang kedua setelah pada oral seks tadi ibu telah orgasme.Saat itu posisiku sedang menindih tubuh ibuku yang kelelahan karenaibuku baru orgasme, aku terus menggoyang pinggulku mengocok batangkemaluanku di dalam lubang kemaluan ibu, dan mungkin karena staminanyayang mulai berkurang ibuku hanya pasrah, aku mengocok terus danmembiarkan aku menusuk lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku yangbesar.

Tanpa aku sadari ibuku melirik ke arah pintu kamar, dan ternyatadisitu telah berdiri asyik perempuan yang sedang memperhatikan kegiatankami. Aku kaget tapi nafsuku masih mengalahkan rasa kagetku dengankenikmatan lubang kemaluan ibuku yang masin basah. Ibuku menyuruhkumemperlambat tusukanku.
Dengan masih pada posisiku menindih tubuhku ibu bilang, "Sayang..tuh ada Vika kalau dia mau kamu terusin aja sama Vika, Mami mauistirahat dulu," aku masih menggoyang pinggulku namun sekarang denganperlahan.
Ibuku bilang, "Vika sayang, sini kita gabung aja sekalian.." ajak ibuku pada adikku.
Aku pun seperti mendapat angin bilang pada asyikku, "Vik.. kaloenggak mau aku habiskan sama Mami aja.." sambil mengerang kenikmatan.

Seperti dihipnotis, adikku Vika yang baru masuk kuliah berjalanmenuju ke arah kami berdua, dan ibu menyuruhku agar aku mencabut batangkemaluanku dari lubang kemaluannya. Saat kucabut, batang kemaluankuberdenyut karena sedang enak-enaknya dijepit, harus dicabut. Ibukukemudian menuju Vika yang sudah berada di samping tempat tidur,kemudian menciumnya dan meremas payudara adikku itu, dan sepertinyaVika setuju. Kemudian dia naik ke ranjang, dan aku pun mencium bibirVika. Hangat dan penuh sensasi saat kucium bibir adikku.

Aku mencoba meremas payudaranya yang agak kecil dibanding ibuku,tapi terasa payudara Vika lebih kencang dan padat. Aku meminta diamembuka kaos ketatnya, memang Vika adalah gadis masa kini, wajahnyacantik dengan kulit yang halus dan mulus, juga putih dan bersih.Rambutnya hitam sepunggung dan tubuhnya yang tinggi semampai, lebihtinggi dari ibuku dan pinggul yang tidak terlalu besar, tapi mempunyaipayudara yang serasi dengan tubuhnya yang seksi. Ukuran bra-nya mungkin34B, karena terlihat saat dia melepaskan kaosnya terlihat dadanya yangbusung ke depan dan terlihat sangat indah.

Vika tersenyum saat melihat batang kemaluanku yang besar danberdenyut, aku mengira Vika sudah tidak perawan lagi, karena saat diamulai menghisap batang kemaluanku, dia terlihat tidak kaku dan sangatprofesional. Bibir dan mulutnya yang kecil seakan tidak muat untukmelahap batang kemaluanku yang besar, hisapannya kuat dan nikmat walautidak sekuat dan senikmat hisapan ibuku. Vika terus mengocok danmenghisap batang kemaluanku sementara aku mendesah dan meringiskeenakan menikmati sedotan adikku, dan sambil kubelai rambutnya.

Setelah Vika puas, aku kemudian membaringkan tubuhnya di sebelahibuku yang hanya memperhatikan kedua anaknya berhubungan seks. Akumembuka bra Vika, dan keluarlah gunung kembar Vika yang putih dankencang dengan puting yang masih merah segar. Kuremas gemas payudaraVika sambil kuhisap putingnya, adikku hanya melenguh dan mendesah pelansaat kuhisap dan gigit kecil puting susunya. Aku jadi bingung, dia mautidak kalau aku setubuhi. Aku yang tadi hampir orgasme di lubangkemaluan ibuku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke lubang kemaluanVika.

Dengan agak kasar kubuka celana panjangnya dan CD-nya sekaligus,Vika menjerit kecil dan ibu mengingatkanku agar tidak kasar padaadikku. Aku melihat pemandangan yang sangat indah tidak kalah indahnyasaat aku pertama kali melihat pemandangan indah selangkangan milikibuku dulu. Lubang kemaluan adikku dipenuhi bulu-bulu halus yang lebattapi tertata rapi. Aku sudah tidak tahan lagi, kuhisap dan kujilatlubang kemaluan milik adikku itu, Vika mengejang dan bergetar saatkujilat klitorisnya, dia mulai mendesah kenikmatan, dan ternyata Vikalebih cepat orgasme dibanding ibuku. Terlihat saat kujilat dan kuhisaplubang kemaluannya, lubang kemaluannya mengeluarkan cairan kentalhangat yang langsung kuhisap habis.

Setelah kuhisap semua cairan lubang kemaluan adikku, aku bangun dankemudian berlutut tepat di selangkangan Vika. Aku mengangkat pinggulVika sedikit, dan dengan agak berjongkok dengan tumpuan di lututku,pantat Vika kusimpan di dadaku hingga lubang kemaluan Vika tepat beradadi depan batang kemaluanku yang terus berdenyut. Dengan sedikit seretdan dorongan yang agak keras, kumasukkan batang kemaluanku ke dalamlubang kemaluan adikku yang masih terasa seret dan menggigit.Kenikmatan otot lubang kemaluan dan seretnya liang senggama Vika memanglebih nikmat dari lubang kemaluan ibuku, namun aku merasakan sensasiyang lebih dasyat saat aku menyetubuhi ibuku.

Ternyata Vika saat aku "garap" tubuhnya hanya diam dan mendesahkecil, saat batang kemaluanku penuh mengisi lubang kemaluannya, Vikamulai menggila. Desahannya malah semakin keras dan sensual. Tubuhnyabergoyang seperti penari ular, dan goyangan pinggulnya bergoyang sangatdahsyat. Aku yang tadi akan menguasai "permainan" hampir kalah dandikuasai oleh Vika.

Beberapa saat Vika menguasai permainan kami. Dengan posisi yangsama saat kutusuk batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Vika, Vikalangsung menguasai permainan, pahanya dijepitkan ke pinggangku,pinggulnya berputar membuat batang kemaluanku yang ada dalam lubangkemaluan Vika seperti dipilin-pilin nikmat. Akh.. gila juga adikku ini.Aku terus memompa pinggulku meladeni putaran pinggul Vika, dan tangankumulai beroperasi, payudara Vika yang terus bergoyang kuremas dankumainkan puting susu Vika dengan jariku. Vika mendesah dan terusmenjerit kecil saat permainan mulai kukuasai kembali, sambil kukocokbatang kemaluanku di lubang kemaluan Vika, tanganku meremas danmemainkan puting Vika.

Sementara kuhisap dan ciumi bibir Vika yang sensual, tipis danmerah menantang. Sesekali kuhisap putingnya yang membuat diamerem-melek, dan posisi itu berubah dengan Vika menungging dan akumenusuk dari belakang. Dengan posisi ini aku lebih leluasa meremaspayudara Vika yang menggantung, pinggulnya kembali berputar danmaju-mundur mengimbangi kocokan batang kemaluanku di dalam lubangkemaluannya yang makin basah dan nikmat. Kemudian gerakan Vika makincepat, erangan dan desahan Vika makin kuat dan keras.

Vika meraih tanganku dan meletakkannya di payudaranya agar akumeremasnya. Dengan goyangan pinggul yang dasyat, tubuh Vika mengejangdan bergetar, dan dia memekik tertahan dan kurasakan cairan hangatmembanjiri lubang kemaluan Vika dan membasahi batang kemaluanku tandaVika sedang orgasme. Tiba-tiba tubuhnya yang tadi liar tergeletaklunglai. Aku melihat mata Vika terpejam saat kucium lehernya, sedangkangoyanganku pun aku perlambat agar Vika merasakan semua kenikmatan yangdia baru rasakan. Kubelai pinggangnya dan pinggulnya, dan dengan sekaligerakan kuputar tubuh Vika sehingga posisi kami kembali berhadapantanpa aku mencabut batang kemaluanku di dalam lubang kemaluan Vika. Akumerasakan jepitan yang sangat nikmat saat kuputar tubuh adikku tadi.

Kini kaki Vika kusandarkan di bahuku, hingga dia benar-benarmengangkang, dan dengan leluasa kuhabiskan sisa-sisa tenagaku untukmenghabisinya di dalam lubang kemaluan adikku.
Tidak lama dalam batang kemaluanku ada desakan dari dalam, dan.."Cret.. cret.. creet.." air maniku tumpah di dalam lubang kemaluanVika.
Saat itu aku mendesah dan mengerang keenakan. Lalu kurebahkantubuhku di atas tubuh Vika dan sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanitu kucium lembut dan mesra bibir Vika, dan Vika pun membalas ciumanku,kami berciuman dengan mesra.

Keringat kami membasahi tempat tidur dan kemudian ada suara, "Aduhini anak Mami, keasyikan main sampai Mami dilupain gini.." sahut mamimenggoda kami berdua yang memang dari tadi lupa kalau di sebelah kamiberdua ada mami yang masih telanjang dan menonton aksi kami kakak-adikbertempur.
Aku langsung mencabut batang kemaluanku dari lubang kemaluan Vikayang basah kuyub, dan kemudian ibu mengulum batang kemaluanku,membersihkan cairan maniku dan cairan lubang kemaluan Vika.

Aku dan Vika tersenyum pada mami, dan kami kemudian berbaring di satu ranjang, dengan aku di tengah mereka.
"Vik.. ternyata kamu kuda liar juga, padahal waktu gue garap body lo, lo diem aja.." godaku pada adikku.
Vika hanya tersenyum dan bilang, "Mam.. makasih udah ngajak Vikagabung, kalo enggak rugi Vika enggak tau kalau Kak Bobi dasyatbanget.."
Kami bertiga pun tertawa, lalu ibuku bilang, "Bob, kalau Mamicapek atau kalau ada Papi, kamu tidur sama Vika saja, asal jangan ributbanget saja kayak tadi.."
Aku cuma senyum kecil sambil kucium adikku.
"Dan kalo enggak ada Papi kita tidur bertiga aja.." ajak Vika.
Aku sangat setuju dengan ajakan Vika.

Kami bertiga tidur seranjang hingga pagi, dan pagi hari kami mainlagi bertiga di dapur. Mulai saat itu kami terus melakukannya sampaisekarang, dimana kami mau dan kapan kami mau kami pasti melakukannya,dengan motto kapan saja, dimana saja kami bermain.

Sekitar dua bulan setelah aku main pertama kali dengan Vika, dansaat kami bersetubuh, Vika bilang kalau dia lagi hamil dua bulan. Diabilang dia hamil sama aku, soalnya dulu waktu pertama kali berhubungan,dia itu lupa bilang kalau dia biasa main sama cowoknya, cowoknya haruspakai kondom, sedangkan dulu aku "muncratin" maniku di dalam lubangkemaluan Vika. Jadi, pertama aku hamili ibuku yang digugurkan, sekarangaku hamili adikku, dan dia bilang mau digugurkan dan aku setuju sekali,soalnya aku tidak mau punya anak dari adikku dan Vika tidak mau punyaanak dari aku, kakaknya. Gila..!

Jumat, 14 Juni 2013

Cerita Seks | Gara-gara Ditilang Polwan Cantik

Cerita Seks | Gara-gara Ditilang Polwan Cantik | Pada saat itu, aku sedangmengendarai motor di jalan Soekarno-Hatta. Aku tidak memakai helmkarena aku terburu-buru pergi ke tempat pacarku. Apesnya, aku dicegatsama polisi. Polisi itu naik mobil, tiba-tiba memotong jalanku, akukaget hampir saja kutabrak mobil polisi itu. Aku rem motorku, karenaterjadi hentakkan, jadi tubuhku hilang keseimbangan lalu aku jatuh darimotorku. Aku terguling-guling di jalan. Tapi syukurlah hanya lecetbiasa.

polisi cantik semok, cerita seks terbaru, cerita dewasa ngentot, cerita memek ngentot
Pada saat aku masih dalam keadaan telungkup, aku lihat pintu mobilpolisi itu terbuka. Tapi anehnya, aku sepertinya kok melihat kakiseorang wanita. Kakinya yang putih mulus dan indah itu kini beradatepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa kagetnya aku, matakuseperti melihat "hutan belantara" di antara kedua kaki yang jenjang itu. Setelah kuperhatikan baik-baik,ternyata dia seorang polisi wanita, pangkatnya Letnan Dua dan di dadakirinya tertulis namanya, LILIS. Dia sangat cantik dan ohh.., body-nyamirip gitar Spanyol.

Aku jadi bengong, dan, "Plaakk..!" sebuah tamparan mendarat di pipiku.
"Hei, apa yang Kamu lihat..? Ayo sekarang serahkan SIM dan STNK cepet..!" bentaknya.
Aku jadi kaget dan segera kuambil dompetku, lalu kuambil SIM danSTNK, lalu kuserahkan padanya. Sementara dia melihat suratku, akupandangi lagi dia ohh.., betapa cantik polisi cewek ini. Aku dugaumurnya paling masih sekitar 25 tahun, seumur dengan kakakku.Samar-samar di dalam mobil ada cewek satu lagi, dia seumur dengannyatetapi pangkatnya lebih rendah, kalau tidak salah sersan dua. Kakinyaputih tetapi tidak semulus polwan yang tadi.

Lalu tanpa kusadari, Letnan Lilis mengambil sesuatu dari dalammobil, dia berjalan menuju hidung mobil, lalu dia membungkukkanbadannya untuk menulis sesuatu. Pada posisi nungging, aku lihat lagibody-nya yang wuih selangit deh.. Tanpa kusadari, "adik kecilku" membengkak perlahan.
Setelah itu dia tegakkan badannya, terus berkata, "Eee.. saudara Sony,Anda Kami tilang karena Anda tidak memakai helm dan ngebut. Sidang akandilaksanakan besok lusa. Jangan lupa Anda harus hadir di persidanganbesok. Oke..?"
"Tapi Bu, besok lusa Saya tidak bisa hadir, soalnya pada hari ituSaya harus mengantar pacar yang akan diwisuda. Jadi Saya minta tolongsama Ibu, bagaimana dech baiknya agar persoalan ini selesai..?"

Lalu dia bilang, "Do you have some money..?"
"Aduh, maaf sekali Bu, Saya sama sekali tidak membawa uang sepeser pun." jawabku.
"Baiklah, kalau gitu SIM-mu Aku tahan untuk sementara, tapi nantimalam Kamu harus pergi ke rumah Saya. Dan ingat..! Kamu harus datangsendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa lho, Aku tunggu jam 19:00."
Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku. Aku kaget, tetapi happy banget, pokoknya senang dech.

Aku sampai di rumahnya sekitar jam 19:00 dan langsung mengetukpintu pagarnya yang sudah terkunci. Tidak lama kemudian, Ibu Lilismuncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang malam itu.
"Ayo Son.., masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah dan bau keringat pantatku duduk terus dari tadi.." sapanya.
"Akkhh.. Ibu bisa saja.." jawabku.

"Sorry.., pintunya sudah digembok, soalnya Aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati." sambutnya.
"Oh.., jadi Ibu belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik Ibu ini belum menikah.." kataku merayu.
"Aaa.. Kamu merayu ya..?" tanyanya.
"Enggak kok Bu, Saya berkata begitu karena memang kenyataannyabegitu. Coba Ibu pikir, Ibu sudah mapan hidupnya, cantik luar-dalam,dan sebagainya dech.." jelasku.
"Ehhkk.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud Kamu, Aku cantik luar-dalam..?" tanyanya lagi.
"Waduh.., gimana ya, malu Aku jadinya..?" jawabku.
"Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, Kamu ingin SIM Kamukembali nggak..?" ancamnya."Eee.. sekarang gini aja, Kamu udah punyapacar khan..? Sekarang Saya tanya, kenapa Kamu memilih dia jadi pacarKamu..?" tanyanya lagi.
"Eee.. jujur aja Bu, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama Saya, that's all.."

"Kalau seumpama Kamu disuruh milih antara Saya dan pacar Kamu, Kamupilih Saya atau pacar Kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, Oke.. Saya atau Dia..?" tanyanya memojokkanku.
"Eee.. Anu.. anu.. ee..," aku dibuat bingung tidak karuan.
"Ayo.. jawab aja..! Kalau Kamu tidak jawab, SIM Kamu tidak kukembalikan lho..!" ancamnya lagi.
"Waduhh.., gimana ya..? Ehmm.., baiklah, Saya akan jawab sejujurnya. Saya tetap akan memilih pacar Saya sekarang." jawabku.

"Wow.., kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari Saya..?" jawabnya lirih.
"Eee.. bukan begitu Bu, Saya memilih pacar Saya walaupun Dia sebetulnyakalah cantik dari Ibu, dan segalanya dech..!" jawabku. "Akhh.. yangbenar, jadi Aku lebih cantik dan semok dari Dia..?" tanyanya lagi.
"Jujur saja.., ya.. ya.. ya.." jawabku mantap.
"Ohh.., Aku jadi tersanjung dan terpikat dengan jawabanmu tadi..,"katanya girang, "Wah.. jadi lupa Aku, Kamu nonton TV aja dulu di ruangtengah, Aku mau ambil SIM Kamu di kamar.., Oke..?" pintanya.

Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar TV. Secara tidak sengaja,aku melihat tumpukan VCD. Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan VCD itu,lalu, ohh astaga, ternyata tumpukan VCD itu semuanya film "XX", akuterkejut sekali melihat tumpukan film "XX" itu. Sebelum aku melihatsatu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohh, aku terkejutlagi, Ibu Lilis keluar dari kamarnya hanya menggenakan daster pinktransparan, di balik dasternya itu, bentuk payudaranya terlihat jelas,terlebih lagi puting susunya yang menyembul bak gunung Semeru.

Begitu ia keluar, mataku nyaris copot karena melotot, melihat tubuh Ibu Lilis. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas.
"Kenapa..? Ayo duduk dulu..! Ini SIM Kamu.. Aku kembalikan.." katanya.
Wajahku merah karena malu, karena Ibu Lilis tersenyum saat pandanganku terarah ke buah dadanya.
"SIM Kamu, Aku kembalikan, tapi Kamu harus menolong Saya..!"
Ibu Lilis merapatkan duduknya di karpet ke tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya.
"Sonn..?" tegurnya ditengah-tengah keheninganku.
"Ada apa Bu..?" tubuhku bergetar ketika tangan Ibu Lilismerangkulku, sementara tangannya yang lain mengusap-usap daerah"XX"-ku. "Tolong Ibu Lilis ya..? Dan janji, Kamu harus janji untukmerahasiakan hal ini, kalau tidak aku DOR Kamu..!" pintanya manja.
"Tapi.. Saya.., anu.., ee.."
"Kenapa..? Ooo.. Kamu takut sama pacar Kamu ya..?" katanya manja.
Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan Ibu Lilis, "Iya Bu.." kataku lagi.
"Sekarang Kamu pilih disidang atau pacar Kamu..?" ancamnya.

Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian salingberpagutan. Ibu Lilis yang agresif karena haus akan kehangatan dan akuyang menurut saja, langsung bereaksi ketika tubuh hangat Ibu Lilismenekan ke dadaku. Aku bisa merasakan puting susu Ibu Lilis yangmengeras. Lidah Ibu Lilis menjelajahi mulutku, mencari lidahku untukkemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Ibu Lilis kemudianberdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percayapada apa yang sedang terjadi. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan kelantai. Tubuhnya yang polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akanmenantang untuk diberi kehangatan olehku.

"Lepaskan pakaiannmu Sonn..!" Ibu Lilis berkata sambil merebahkan dirinya di karpet.
Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
"Ayoo.. cepat dong..! Aku udah gatel nich.. ohh.." Ibu Lilis mendesah tidak sabar.
Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena malu.
"Sonn.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohh..!" pintanya lagi.
Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Lilis yang turunnaik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara IbuLilis yang super montok itu.
"Oohh.. enakk.., ohh.. remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang.." desahnya.
Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan.

Lama-lama aku jadi tidak tahan, lalu, "Ibu.. boleh Saya hisap susu Ibu..?"
Ibu Lilis tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menunduk, "Boleh Sayang.. lakukan apa yang Kamu suka.."
Tubuh Lilis menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya.
"Oohh.. jilat terus Sonn..! Ohh.." desah Ibu Lilis sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya.
Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpakusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras,bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yang ohh.

"Mmm.. nakal Kamu.." Ibu Lilis tersenyum merasakan tingkahku yang semakin "Jozz" itu.
Lalu aku duduk di antara kedua kaki Ibu Lilis yang telah terbukalebar, sepertinya sudah siap tempur. Ibu Lilis kemudian menyandarkanpunggungnya pada dinding di belakangya.
"Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!" ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya.
"Hangat, lembab, sempit sekali Bu.." kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya. "Sekarang jilat 'kontol kecil'-ku..!" katanya.
Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu.

"Terus.. oohh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohh.." Ibu Lilismenggerinjal-gerinjal keenakan ketika kelentitnya dijilat oleh mulutkuyang mulai asyik dengan tugasnya.
"Gimana.., enak ya Bu..?" aku tersenyum sambil terus menjilat.
"Oohh.. Soonn.." tubuh Ibu Lilis telah basah oleh peluh, pikirannyaserasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Lidahku semakin berani mempermainkan kelentit Ibu Lilis yang makinbergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertandapertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee.. emangnyamain bola.
Lalu, "Oooaahh.. Soonn..!"
Tangan Ibu Lilis mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembokraksasa di China, sementara tubuhnya menegang dan otot-ototkewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah 'lahar'Ibu Lilis di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan.
"Hmm.. Kamu sungguh lihai Soonn.. Sekarang coba gantian Kamu yang berbaring.." katanya.
Aku menurut saja. Batang kejantananku segera menegang ketika merasakantangan lembut Ibu Lilis yang mulai mempermainkan senjata keperkasaanku.
"Wah.. wahh.. besar sekali. Oh my god.. Ohh.." tangan Ibu Lilissegera mengusap-usap batang keperkasaanku yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dandimasukkan ke mulut Ibu Lilis. Dia segera menjilati batang kemaluankuitu dengan penuh semangat. Kepala kejantananku itu dihisapnyakeras-keras hingga aku jadi merintih keenakan.
"Ahh.. enakkee.. rekk..!" aku tanpa sadar menyodokkan pinggulkuuntuk semakin menekan senjata keperkasaanku agar makin ke dalam mulutIbu Lilis yang telah penuh oleh batang kejantananku. Gerakanku makincepat seiring semakin kerasnya hisapan Ibu Lilis.

"Ooohh Bu.. oohh.. mulut Ibu memang sakti.. ohh.. I'm coming.. ohh.."
Muncratlah laharku di dalam mulut Ibu Lilis yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.. tas.. tas.. plass.
"Hmm.. agak asin rasanya Son punyamu.., tapi enak kok.." Ibu Lilismasih tetap menjilati kemaluanku yang masih tegak bagaikan tugu Monasdi Jakarta, menara Piza di Italy, menara Eiffel di Paris.
"Sebentar ya.., Aku mau minum dulu.." katanya setelah selesai menjilati batang kejantananku.

Ketika Ibu Lilis sedang membelakangiku sambil menenggak air putihdari kulkas. Aku melihat body yang wuih dan itu ohh, pantat yang bulat.Aku memang suka pantat yang bulat dan menantang. Aku tidak tahan cumamelihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan menghampirinya, lalumendekapnya dari belakang.
"Sonn.. jangan nakal dong, biar Ibu minum dulu..!" katanya manja.
"Aku tidak tahan melihat pantat ibu yang bulat dan menantang itu." kataku tak sabaran.
"Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatkumendapat giliran untuk Kamu obok-obok, bagaimana Son..? Maungobok-ngobok pantat Ibu..?" tanyanya.

Aku terima tantangannya.
"Ohh.., memang benar-benar wuihh.." aku berkata sambil mengelus-elus pantat Ibu Lilis.
Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantatitu dengan tanganku. Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi teruskujilat, lalu kubuka belahan pantat itu. Ohh.., terhampar pemandanganindah dengan bau yang khas, lubang yang sempit, lebih sempit dari yang di depan dan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat. Lalu kujulurkanjari telunjukku ke lubang yang sempit itu. Waktu aku coba memasukkanjariku ke lubang itu, terdengar jeritan kecil Ibu Lilis.
"Son.., jangan keras-keras ya, nanti sakit.. lho.."

Lalu aku mulai memasukkan step by step. Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya tanganku mau disedot masuk ke dalam.
"Lubang Ibu nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?"
"Akhh.. Kamu nakal dech.., ohh Son.. coba sekarang Kamu jilat ya..?" pintanya.
Lalu kutarik jariku dari dalam lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm.., lumayan juga rasanya, asin-asin gurih.

Sementara itu, Ibu Lilis terdengar merintih keenakan. Lama-lama akutidak sabar, dan terus kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsungmembalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-gundukan daging di dadaIbu Lilis dengan nikmat. Sementara itu, Ibu Lilis mulai mendesah-desahdan menggelinjang. Kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.Goyangan-goyangan lidahku yang terus menjilati puting susu Ibu Lilisyang tinggi dan lancip begitu bertubi-tubi tanpa henti. Ibu Lilismenggerinjal-gerinjal dengan keras.
"Aaahh.. uuhh.. uuhh.." desahan-desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut Ibu Lilis.
Geliat-geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasiyang luar biasa akibat sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujungsyaraf sensitif di payudaranya. Urat-urat membiru pun mulai menghiasidengan jelas seluruh permukaan payudara yang super montok itu.

Masih dengan mulutku yang tetap berpetualang di dada Ibu Lilis yangjuga masih menggelinjang, aku membopong Ibu Lilis ke kamar. Kujatuhkantubuh Ibu Lilis di atas kasur spring bed yang sangat empuk. Sakingkeras jatuhnya, tubuhnya yang aduhai itu sempat terlontar-lontarsedikit sebelum akhirnya tergolek pasrah di atas ranjang itu. Setelahitu, Ibu Lilis tetelentang di kasur dengan kaki-kakinya yang jenjangterjulur ke lantai. Tubuh bugilnya yang putih dan mulus besertapayudara yang montok dengan puting susu nan tinggi yang teronggok kokohdi dadanya, memang sebuah pemandangan yang amat menawan hati.

Lalu aku berlutut di lantai menghadap selangkangan Ibu Lilis.Kurenggangkan kedua kakinya yang menjejak di lantai. Dengan begitu akudapat memandang langsung ke arah selangkangannya itu. Bulu-bulukemaluan yang tumbuh di padang rumput tipis yang menghiasi wilayah sensitif itu begitu menggelora nafsubirahiku. Aromanya yang segar dan harum membuat nafsuku itu kianmeninggi. Kudekatkan mulutku ke bibir vaginanya dan kujulurkan lidahkuuntuk mencicipi lezatnya lubang itu. Tubuh Ibu Lilis terlonjak kerasketika kucucukkan lidahku ke dalam liang senggamanya. Kukorek-korekseluruh permukaan lorong yang gelap itu. Begitu hebat rangsangan yangkubuat pada dinding lorong kenikmatan tersebut, membuat air bah segera datang membanjirinya.

"Ooohh.. uuhh.. aahh.." terdengar rintihan Ibu Lilis dari mulutnya yang megap-megap setengah membuka.
Kemudian aku berdiri. Dengan tangan bertumpu ke atas kasur, kucobamengarahkan ujung penisku ke lubang vagina yang lumayan sempit yangtampak licin dan basah milik Ibu Lilis. Berhasil. Perlahan-lahankuhujamkan batang kemaluanku ke dalam liang senggama itu. Tubuh IbuLilis berkejat-kejat dibuatnya merasakan nikmat penetrasi yang sedangkulakukan saat ini.
"Aaahh.. oohh.." tak ayal jeritan-jeritan mengalir dari mulutnya.
Akhirnya batang keperkasaanku amblas semua ke dalam liang gelapyang berdenyut-denyut milik Ibu Lilis diiringi dengan jeritannya.

Kenikmatan ini kian bertambah menjadi-jadi setelah aku melakukanpenetrasi lebih dalam dan intensif lagi. Gerakan memompa dari batangkejantananku di dalam kemaluan Ibu Lilis semakin kupercepat. Terdengarsuara kecipak-kecipak dan lenguhan kami berdua karena terlalu asyiknyakami bersenggama. Seiring dengan tangan yang kembali meremas-remasperbukitan indah yang menjulang tinggi di dada Ibu Lilis, batangkejantananku terus melakukan serangan-serangan yang tanpa henti di dalam lubang senggamanya yang bertambah kencangdenyutan-denyutannya. Vagina memerah yang terus berdenyut-denyut danamat licin akibat begitu membanjirnya cairan-cairan kenikmatan yangkeluar dari dalamnya, terasa menjepit bnatang kejantananku. Demikiansempitnya ruang gerak penisku di dalam lorong gelap itu, menjadikangesekan-gesekan yang terjadi begitu mengasyikkan. Ini merupakan sensasisendiri bagiku yang merasakan batang keperkasaanku seperti merasadiurut-urut oleh seluruh permukaan dinding vaginanya. Mulutku pun takhenti-hentinya menyuarakan desahan-desahan kenikmatan tanpa bisadihalangi lagi.

"Oiihh.. Soonn.. ohh.." Ibu Lilis menjerit-jerit tidak karuan, sementara tubuhnya juga melonjak-lonjak dengan keras.
Sekuat tenaga kuhujam-hujam penisku dengan lebih ganas lagi kedalam liang senggamanya. Rasanya hampir habis tenaga dan nafaskudibuatnya. Tetapi nafsu birahi yang begitu menggelora tampaknyamembuatku lupa pada kelelahanku itu. Ini dibuktikan dengan sodokankejantananku yang berusaha menusuk sedalam-dalamnya. Bahkanberkali-kali ujung batang kejantananku sampai menyentuh pangkal liangtersebut, membuat Ibu Lilis menjerit keenakan.

"Soonn.. Soonn.. Aku.. mau.. keluar.." Ibu Lilis melenguh kencang.
Ia merasakan sudah tidak bisa menahan klimaksnya lagi. Akan tetapi,aku belum merasakan klimaks sedikit pun. Langsung kutambah kecepatangenjotan-genjotan batang kejantananku di dalam liang senggamanya.Begitu buasnya sodokan-sodokanku itu, membuat tubuh Ibu Lilisbergoyang-goyang hebat, dia merintih.. merintih.. dan merintih.Akhirnya saat yang diharapkan itu tercapai. Aku melenguh panjangmerasakan laharku muncrat, menyusul Ibu Lilis yang sudah terlebih dahulu memperolehorgasmenya. Begitu nikmatnya orgasme yang kurasakan itu sehinggamembuat laharku bagaikan air bah menerjang masuk ke dalam liangsenggama Ibu Lilis. Kami berdua mengejang kencang saat titik-titikpuncak itu tercapai. Tapi kenapa batang kejantananku tidak mauistirahat, dan masih terlihat perkasa.
Dengan segera aku berlutut di atas ranjang. Kuminta Ibu Lilisuntuk berlutut juga membelakangiku dengan tangan bertumpu di kasur,jadi dalam posisi doggy style.Kemudian Lilis kudorong sedikit ke depan, sehingga pantatnya agak naikke atas, yang lebih memudahkan batang kejantananku untuk melakukanpenetrasi ke dalam lubang senggamanya. Setelah itu langsung kusodokkemaluan yang sekarang sudah terlihat agak merekah itu dengan batangkeperkasaanku dari belakang. Tubuh Ibu Lilis terhenyak hingga hampirterjungkal ke depan akibat kerasnya sodokanku itu, sementara mulutnyamenjerit keenakan. Dalam sekejap, senjata-ku itu seluruhnyaditelan oleh vagina itu dan langsung menjepitnya. Jepitan liangsenggama Ibu Lilis yang berdenyut-denyut menambah gairah birahiku yangmemang sudah menggelora.

Dengan cepat, kutarik kejantananku sampai hampir keluar dari dalamliang senggamanya, lalu kutusukkan kembali dengan cepat. Kemudiankutarik dan kusodok lagi, seterusnya berulang-ulang tanpa henti.Doronganku yang keras ditambah dengan sensasi kenikmatan yang luarbiasa membuat Ibu Lilis beberapa kali nyaris terjerembab. Namun itutidak menjadi masalah sama sekali. Bahkan sebaliknya, membuat permainankami berdua menjadi kian panas.

Lalu, "Aah.. ah.. ah.. ah.." nafasku terengah-engah.
Kurasakan sekujur tubuhku mulai kehabisan tenaga. Tenagaku sudahbegitu terkuras, tetapi aku belum mau berputus asa. Kucoba mengeluarkansisa-sisa tenaga yang masih ada semampuku. Dengan sedikit mengejang,kugenjot batang kejantananku kembali ke dalam luabng kenikmatannyasekuat-kuatnya. Ibu Lilis pun tidak mau kalah, dia maju-mundurkantubuhnya dengan ganasnya. Akhirnya, Ibu Lilis melenguh panjang,muncratlah lahar-nya, disusul beberapa detik kemudian oleh kemaluanku.

Lalu secepat kilat kukeluarkan penisku dari dalam lubang kenikmatan IbuLilis dan langsung jatuh terkapar di kasur. Lalu, Ibu Lilis langsungmeraih batang kejantananku itu dan dimasukkan ke dalam mulutnya. IbuLilis mengocok penisku itu di dalam mulutnya yang memang agak kecil.Namun Ibu Lilis berhasil melumat batang keperkasaanku dengan nikmatnya.Gesekan-gesekan yang terjadi antara kulit kemaluanku yang sensitifdengan mulut Ibu Lilis yang basah dan licin ditambah dengangigitan-gigitan kecil yang dilakukan oleh giginya yang putih karenapakai "Smile-Up Man",membuat aku tidak dapat menahan diri lagi. Muncratan-muncratan laharkenikmatan yang keluar begitu banyaknya dari batang keperkasaankulangsung ditelan seluruhnya, hampir tanpa sisa oleh Ibu Lilis. Sebagianmeleleh keluar dari mulutnya dan jatuh membasahi kasur. Belum puassampai disitu, ia masih menjilati sekujur batang kejantananku sampaibersih total seperti sediakala. Bukan main!

Lalu kami berdua tergolek di atas tempat tidur dengan tubuh telanjang yang dibasahi oleh keringat dan lahar kami. Kemudian aku tertidur.
Tiba-tiba, "Aaauuwww..," kepalaku sakit sekali, terus aku terbanguntetapi samar-samar aku melihat 3 orang sudah berada di sekelilingku.Semuanya memakai seragam putih-putih. Satu cowok dan 2 cewek. Setelahitu penglihatanku mulai jelas, dan benar dugaanku, aku sekarang beradadi rumah sakit. Tapi bagaimana bisa..? Terus apa yang kulakukan tadiitu gimana..?

Agar aku tidak penasaran, kubertanya pada dokter. Lalu diamenerangkan bahwa aku mengalami kecelakaan, terus terjadi gegar otakringan di kepalaku. Jadi apa yang kulakukan tadi itu hanyaMIMPI. Ohh.. betapa malangnya nasibku, ya nasib, ya nasib.